Rabu, 26 November 2008

I. Ada 4 macam tipe ruangan yang dibagi berdasarkan batas-batas yang tidak terlihat oleh kasat mata, tipe-tipe tersebut dapat kita lihat di seluruh kawasan yang tersebar di wilayah UKDW. Beberapa di antaranya dapat disebutkan sesuai contoh di bawah ini, yaitu:

1. Tipe Ruang 1

( Tipe Linier )

Contoh:

v Lorong-lorong di depan operasi

Dapat kita lihat dari panjangnya arus yang bisa dilalui di sini.
Hal ini sesuai dengan ciri-ciri tipe ruang Linier.













v Penjual di Koperasi


Dari gambar ini kita juga bisa melihat interaksi penjual dan pembeli. Punggung si penjual adalah punggung dari tipe ruangan itu sendiri dan ada juga batas antara si penjual dan pembeli, untuk ini makanan yang disajikan adalah batas dari interaksi tersebut.







2.
Tipe Ruang 2

( Tipe Radial )

Contoh:


v Ruang Peminjaman buku Pustaka










Tipe radial adalah tipe yang memiliki sebuah punggung menyerupai huruf U. Di sini dapat kita lihat bahwa ruang peminjaman buku ini memiliki ciri yang sama seperti ciri yang ditunjukkan oleh tipe ruangan radial.


3. Tipe Ruang 3

( Tipe Interfikasi Ruang )


Contoh:


v Atap Gedung Agape


Tipe Interfikasi ruang adalah sebuah tipe ruang yang bisa memungkinkan kita bisa melihat ruang lain di luar ruangan kita sendiri, dalam hal ini, atap dari Gedung Agape ini merupakan salah satu contoh dari tipikal interfikasi ruang. Kita dapat dengan leluasa melihat ruang lain yang tidak terlihat tanpa batasan.







4. Tipe Ruang 4

( Tipe Sentral )


Contoh:


v Atrium Gedung Agape

Tipe Sentral adalah sebuah tipe yang memungkinkan seseorang dilihat oleh yang lainnya, ia seolah-olah menjadi pusat perhatian dari orang lain tersebut. Tipe ini bisa disebut juga dengan tipe terpusat dimana pandangan orang lain yang mengarah ke ruangan ini seolah-olah tidak terganggu oleh hal lainnya,mereka akan melihat apa yang ada di dalamnya. Contoh tipe ruangan ini dapat dilihat dari 2 contoh berikut, yaitu Atrium Gedung Agape dan Atrium Gedung Didaktos.




v Atrium Gedung Didaktos













II. Untuk menghentikan aliran arus pada tipe 1 dapat dilakukan dengan cara menambahkan dinding bata/beton untuk menghambat aliran arus di salah satu sisinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar